
Mungkin saya
adalah seorang perempuan yang “PAYAH” dalam menjalin sebuah hubungan, tapi
apakah saya itu benar-benar payah? Atau kaku? Atau terlalu mandiri? Aahhh saya
tidak tahu bagaimana saya menyebutnya dengan tepat.
Yahhh, saya mungkin
sosok yang dingin, mungkin juga kaku, atau semacamnya. Saya bukanlah tipikal
seorang pacar yang yang suka mengirimkan SMS tiap hari, tiap jam, panjang
lebar, atau telepon berjam-jam seperti saya tidak punya pekerjaan lain saja dan
memenuhi inbox saya sampai lebih dari 50 SMS setiap harinya. Ya itu bukanlah
saya walau sebenarnya dalam hatipun saya mengharap “DIRINDUKAN” oleh seseorang
tapi tentunya dengan cara yang LEBIH dewasa (walau bagaimanapun juga saya
tetaplah perempuan normal seperti umumnya perempuan yang sedang kasmaran dan
itu bukanlah sebuah kesalahan bukan?). Saya sudah terbiasa menjalin LDR (Long
Distance Relationship) dan tidak bergantung kepada laki-laki. Iya, siapa sangka
seorang anak gadis satu-satunya yang tumbuh besar dengan kedua kakak laki-laki
dan seorang ibu yang kuat ketika ayah pergi merantau untuk mencari sesuap nasi
bagi keluarganya menjadikan saya sosok yang tidak mudah menyerah dan mandiri
tanpa laki-laki 24 jam ada disamping saya. Suatu hari kakak ipar saya bertanya
kepada saya ketika untuk pertama kalinya saya harus meninggalkan pacar saya
setelah saya menyelesaikan study saya dan harus kembali ke hometown, ya dia
tidak pernah ditinggalkan dan saya yakin itu sulit baginya dan saya sudah
terbiasa untuk pernah sendiri selalu sendiri dan menjadi sendiri lagi. “Nduk
kamu suka SMSan sama (F) ...?”, Nduk1 panggilan orang jawa untuk
adik perempuannya atau panggilan secara halus untuk sahabat dekat perempuan. “jarang”
jawab saya dengan singkat. “Memang kamu enggak kangen?” lanjutnya bertanya. “Biasa
aja, tiap hari juga ketemu jadi buat apa SMS atau telepon-teleponan kaya anak
ABG aja” jawab saya yang mungkin terdengar agak jutek . “Nah, kan sekarang udah
jarang ketemu” kata kakak ipar saya, lalu saya pun menjawab”Biasa aja, udah biasa
sendiri kok. Biasanya kalau dia SMS juga paling aku balesnya Cuma IYA, OK,
BAIK, SEHAT, HMMM, BESOK, SIP, BYE”. Lalu kakak ipar sayapun terkekeh sambil
berkata”Loooh, kamu itu sebenarnya perempuan atau laki-laki sih? Cewekkan umumnya
bawel, suka ini itu, manja dll”, dan dengan mimik serius saya menjawab”Ya
beginilah saya, CEWEK MACHO! Barang antik, limited edition” ....
Well, lets we
talk about MY FAMILY BACKGROUND. Saya terlahir dari keluarga yang
sederhana tinggal dirumah biasa dengan dua kakak laki-laki, tidak bisa membeli
barang-barang mewah tapi cukup pula uang untuk tidak kelaparan dan mengenyam
pendidikan hingga menjadi seorang sarjana. Itulah yang membuat saya bangga
dengan keluarga saya (bahkan tidak menutup kemungkinannya banyak hutang dimana-mana).
Orangtua saya bukanlah orang yang berada tapi bagi mereka pendidikan adalah hal
yang utama, mereka bekerja keras membanting tulang untuk memberikan yang
terbaik bagi anak-anaknya, tidak ada kemewahan, tidak ada pula kekurangan tapi
yang ada hanyalah kesederhanaan dan memberikan yang TERBAIK bagi anak-anaknya.
Well tidak semua orangtua itu terlahir sempurna, saya tidak akan
membanding-bandingkan orangtua saya dengan orangtua siapapun. Yah, mungkin
orangtua saya tipikal orang yang keras, disiplin, galak, banyak aturan, kaku,
kolot, cerewet tapi bagi saya tidak ada yang lebih hebat dari mereka membesarkan
saya dan kedua kakak laki-laki saya. Mereka berjuang untuk mencari sesuap nasi
dan tidak membiarkan anaknya kelaparan meski orangtua saya yang harus menahan
rasa lapar, mereka tidak juga membiarkan anaknya menjadi orang yang bodoh meski
kedua orangtua saya pun tidak pernah mengenyam pendidikan hingga perguruan
tinggi, mereka pula tidak pernah mengeluh sakit atau lelah dan terbaring manja
ditempat tidur untuk beberapa saat saja. Bagi mereka waktu adalah uang, bekerja,
membesarkan anak, menyekolahkan anak, adalah kewajibannya bagi setiap orangtua.
Mereka mengajarkan kepada anak-anaknya tentang apa itu kerja keras, pantang
menyerah, tidak mengeluh, percaya diri, keberanian, tegas, dan memegang teguh
prinsip-prinsip kita. Mereka pula yang mengajarkan saya untuk menjadi sosok
yang mandiri selalu rendah hati, berbagi, sederhana, tidak murah, tidak suka
meminta dan berjiwa satria. Dan seperti itulah bagaimana saya tumbuh menjadi
perempuan ini dan saya tidak merasa menyesalinya menjadi sosok perempuan ini,
itu artinya saya berbeda dan saya mempunyai orangtua yang hebat, my super
heroes!!! I love em so much. Mum and dad, you’re my everything!!! ....
So, it’s me. Apapun
yang kamu tanyakan inilah saya.
Hmm yeah, saya
bukanlah tipikal cewek yang romantis, rewel, dll. Namun saya perempuan yang
mempunyai komitmen dan setia dengan pasangan saya sendiri. Saya cenderung
berfikir dengan hal-hal yang rasional, diterima logika dan realistis ketimbang
mengikuti perasaan saya.
Saya perempuan
yang tahu apa yang saya mau, apa yang saya pikirkan dan mengambil keputusan
dengan sudah mempertimbangkan baik buruknya suatu hari nanti dan siap untuk menerima
apapun bentuk konsekuensinya dari apa yang
sudah saya pilih dan saya putuskan. Saya bertanggung jawab seutuhnya
akan hal itu dan menyikapinya dengan cara yang dewasa ....
Dan saya yakin
100% bahwa saya menyadari apa yang sedang saya lakukan.
Dalam menjalin
hubungan, catatan saya untuk diri saya adalah saya tidak akan menyakiti
pasangan saya terlebih dahulu, tidak! Dan saya selalu berusaha untuk ingin
menjadi yang terbaik bagi pasangan saya tentu saja bukan dengan cara saya melainkan
cara seperti bagaimana pasangan saya membutuhkan saya untuk menjadi yang
terbaik bagi dirinya jadi jadilah kamu pendengar yang baik bagi dirinya,
katakan “maaf” jika melakukan kesalahan, “berjiwa satrialah” ketika dia mengkritikmu
dan menegurmu, jadilah”pemberani” untuk jujur mengakui kesalahan dan belajarlah
untuk “melayaninya” dengan tulus. Saya tipikal yang belajar dari kesalahan masa
lalu baik saya maupun pasangan saya sendiri. Sebab prinsip saya, jadilah perempuan
yang berbeda dan lebih baik, dan jangan pernan melakukan kesalahan yang
perempuan lain pernah lakukan kesalahan KECUALI kamu dalam keadaan benar-benar
tidak tahu. Maka tanyakanlah kepada pasangan anda hal-hal yang dia suka dan
tidak suka. Jangan pernah menyakiti pasangan anda, ketika kamu telah berusaha
menjadi yang terbaik dan melayaninya dengan tulus suatu ketika saat dia pergi
dalam kehidupan kamu untuk perempuan lain yang lebih menggoda, dengan yakin
saya katakan dia tidak akan pernah menemukan sosok yang lebih baik dari anda. Dan
dia akan mencari dan kembali kepada anda jika itu adalah keinginan dia untuk
HARUS kembali kepada anda. Itulah intinya ...
Iya, saya pun perempuan
yang normal pada umumnya tapi dengan cara saya sendiri. Saya menghargai waktu
pasangan saya untuk tidak selalu bersama saya selama 24 jam, saya memberikan
dia kekebasan dalam bergaul dengan siapapun bahkan dengan EX-nya selama masih
dalam batas wajar dan tidak ada kebohongan, juga rahasia. Sebab bagi saya”KEPERCAYAAN
dan KEJUJURAN” adalah prioritas utama bagi saya dalam menjalin sebuah hubungan.
Dan tidak ada kata toleransi bagi si PENDOSA, yang ada hanyalah memberikan
kesempatan baginya untuk memperbaiki keadaan melalui pembuktian yang nyata dan
meyakinkan saya bahwa tidak akan ada kesalahan yang kedua kalinya, dan tentu
saja untuk mendapatkan kepercayaan saya lagi bukan hal yang sederhana, dan itu
konsekuensinya bagi si pendosa.
Saya bukan
tipikal pasangan yang romantis, yes I’m not that type. But I’d love my spouse truly
dan itu akan membuatnya sampai tidak habis pikir, karena bagi saya mencintai
adalah melayaninya dengan tulus dan sabar dan tidak akan mengeluh lelah untuk
selalu mencintainya dan bersabar menghadapi pasangan saya apapun itu yang
menjadi kekurangan dan kelemahan baginya karena mencintai adalah sebuah
keikhlasan. Saya orang yang akan berada diposisi tergantung dari dari bagaimana
karakter dan tingkat kedewasaan pasangan saya, dan saya akan benar-benar patuh
ketika saya dihadapkan dengan orang yang lebih mengerti dari pada saya ....
Saya bukanlah
orang yang romantis, iya saya bukan! Saya hanya mencintainya secara sederhana. Mengingat
dengan baik hari istimewanya dan memberikan kejutan disaat-saat tertentu. Saya tidak
pandai berbicara romantis, karena saya menjalani segala sesuatu by spontaneous.
Saya bukanlah
orang yang romantis tapi saya akan mengingat dengan baik setiap perkataan yang
dia ucapkan, dan menjauhkannya dari makanan-makanan yang dia benci.
Saya bukan
tipikal perempuan yang banyak menuntut, dan meminta apapun darinya tidak juga
soal materi. Melihatnya setia disisi saya dan mencintai saya sepenuh hati, menggandeg
saya saat jalan berdua atau mengenalkan saya kepada teman-temannya bahwa saya
adalah miliknya dan mengatakan kepada perempuan-prempuan cantik yang berusaha menggodanya
bahwa dia sudah mempunyai perempuan paling istimewa yang tidak akan pernah bisa
digantikan dengan siapapun adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Dan saya tahu
bahwa saya tidak akan pernah menyesal memilih pria ini menjadi pasangan hidup
saya ....
Saya bukanlah
orang yang romantis, tidak saya bukan. Saya hanya bisa memijatnya ketika
pasangan saya lelah, mengompres keningnya dan memberikan obat ketika dia sakit
dan demam. Dan menyiapkan apa saja yang harus dia makan dan dia minum ...
Saya bukanlah
perempuan yang romantis bukan, tapi saya tidak akan mengeluh ketika saya
mencucikan bajunya, menyemirkan sepatunya untuk dia pergi bekerja dan
menyiapkan baju-bajunya. Saya juga tidak akan mengeluh ketika dia menginginkan
saya untuk mengajak anjingnya jalan-jalan disekiar, menyiram halaman rumahnya,
membersihkan rumah dan piring-piringnya setelah dia selesai makan.
Dan saya adalah
pasangan yang akan selalu menemaninya dimanapun dia meminta saya untuk pergi
menemaninya.
Saya bukanlah
perempuan yang romantis, bukan! Tapi saya tipikal pasangan yang selalu
mendukung segala bentuk apapun keputusannya, baik dalam pekerjaan, impian dan
aktivitas hari-harinya. Dan saya akan menghormati itu dengan cara yang
bijaksana ....
Ok, now let’s we
back to the title “PENOLAKAN ITU MENYAKITKAN” .... dan itu terjadi kepada saya,
whaaaat!!!!!!!!!!!!!!!! .... hahahahah. Thats fine ;) ......
Saya bukanlah tipikal
perempuan manja diusia saya yang ke 26. Uuppzz sepertinya saya sudah lupa,
bukan hanya diusia 26 tapi memang saya bukanlah tipikal yang manja!. Saya
mencoba menjadi seperti kebanyakan perempuan lainnya yang ingin bersikap manja,
mengirimkan SMS-SMS konyol setiap hari mengobral kangen ataupun semacamnya dan
sayapun akhirnya mengalami PENOLAKAN dengan hanya beberapa kata. Terasa seperti
tamparan keras diwajah saya. Saya cukup menyadari dan memandangi diri saya
didepan cermin, dan bergumam pada diri sendiri. Betapa tampak bodohnya saya atau
seperti orang yang idiot tepatnya. What have you done, Dani? Hahahahha .....
Ok, lebih baik seperti ini. Mengatakannya kepada saya, Jujur dengan hal-hal
yang kita suka dan tidak suka akan lebih baik dari pada melakukan kesalahan
yang konyol dan terlihat sangat bodoh.
Ya, sayapun tahu,
itu bukanlah saya seperti sebagaimana saya dan saya lupa dengan siapa seharusnya
saya berbicara. Dan saya belajar dari hal ini. Lets go back to be a mature
woman, be a real woman and be yourself. Lebih baik dicintai seperti siapa dirimu dan bukannya dicintai sebagai oranglain atau kamu akan kehilangan "sesuatu" yang seharusnya adalah milikmu. Thats the point guys ;) ....
Gayatri W